Dudi Ridwandi

Asli Kota Pekalongan, seorang tenaga kependidikan di Kota Pekalongan, yang meniti asa menjadi seorang penulis dan menjadi Dosen...

Selengkapnya
Kalau anak nakal di pondokkan ke Pesantren

Kalau anak nakal di pondokkan ke Pesantren

Kalau anak nakal " di pondokkan " ke Pesantren

Aku heran .....

Sejenak aku mengucapkan kata itu. Karena begitu seringnya kata-kata orang tua terhadap anaknya kalau anaknya mulai nakal. Kalau saya sedikit kurang setuju tentang hal itu. Bayangkan saja, kalau setiap orang tua berfikiran seperti itu berarti kalau anaknya tidak nakal berarti tidak usah di sekolahkan di Pesantren. Pesantren bak tempat menampung anak-anak nakal. Sepertinya tidak pas walaupun tidak sedikit yang bisa berubah perilaku dari yang mulai masuk pesantren dengan tabiat jelek setelah keluar menjadi baik.

Mungkin saja munculnya pencitraan pesantren yang diidentikkan sebagai sekolah untuk anak-anak nakal dikarenakan pesantren memiliki kekhasan menghukum siswanya dengan kekerasan. Hukuman fisik di pesantren dulu terasa jamak, seolah-olah sudah menjadi tradisi pesantren. Ada yang dipukul pakai rotan oleh sang kyai, atau bahkan ditempeleng. Jika lapor ke orang tua, maka hukuman malah ditambah oleh si bapak.

Karena alasan itulah maka orang tua menitipkan anak-anak mereka yang cenderung nakal untuk dididik di pesantren yang keras sehingga mereka bisa takut untuk berbuat salah. Meskipun kita tahu, kekerasan bukanlah solusi untuk memperbaiki akhlak anak-anak kita. Akan tetapi, untuk pesantren-pesantren tardisional jaman dulu, metode ini memang cukup berhasil. Sekarang? Sepertinya hukuman fisik sudah tidak ada atau kalaupun masih ada tidak separah dahulu. Bahkan sekarang banyak pesantren mengusung konsep modern dengan pendidikan ramah pada siswa tanpa kekerasan tetapi diganti dengan kedisiplinan.

Mulai sekarang marilah kita rubah paradigma di masyarakat itu dengan tidak berkata itu di lingkungan paling kecil yaitu keluarga kita. Kalau ingin mendapatkan banyak ilmu agama ya kita pondokkan ke Pesantren tidak usah nunggu anak kita nakal.

( 20-07-2018 )

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post